Bandung tanggal 10 Agustus 2009,
Penipu-Penipu memang tidak habis akalnya, kejadian ini berawal pada hari minggu malam pada saat saya sedang melaksanakan ronda malam, malam itu saya menemukan amplop berwarba coklat yang terdapat tulisan DOKUMEN PENTING dengan No regrestrasi NO.REG.MDN66600147447, yang dalamnya terdapat surat Usaha Perdagangan (SIUP) berkop Pemerintah Provinsi Jawa Timur Dinas Perindustrian dan Perdagangan, surat keterangan tanah yang berkop Badan Pertahannan Nasional Kantor Kabupaten Manokwari dan terakhir sebuah cek Bank Rakyat Indonesia sebesar Rp 4.700.000.000.

Dari data tersebut keliatan asli, saya yang berlaga polos ingin mengembalikan Dokumen tersebut langsung menelepon nohandphone yang tertera di dalam Dokumen tersebut, tapi pertama no nya tidak aktif, kemudian saya sms no tersebut, terkirim.
Keesokan harinya no tersebut menghubungi saya, dia berterima kasih sekali atas ditemukannya Dokumen tersebut dan akan memberi hadiah sebagai ucapan terima kasih yaitu uang sebesar 150.000.000,-.

siapa yang tidak tergiur sama uang sebanyak itu, tapi yang ganjil dalam kasus ini, si pelaku malah membahas soal hadiah tidak terpokus pada Dokumen tersebut, pelaku meminta no rekening bank BRI dan akan mentransfer uang sebesar 150.000.000 tersebut ke rekening saya, tapi ATM saya belum saya aktifkan kepaksa saya mengaktifkan terlebih dahulu ATM saya, setelah aktif kemudian saya di bimbing pelaku melalui telfon cara regestrasi agar bisa menerima uang tersebut, karena katanya pelaku mengirimkan uangnya melalui rekening perusahaan nya di Swis.

Saya mulai curiga dan saya yakin ada modus di balik ini semua, dan dengan perkataan pelaku seakan akan saya yang kehilangannya, tapi saya pengen tau sampai dimana pelaku melakukan modusnya kemudian saya disuruh transfer pulsa sebesar 50.000 ke no 085299458666 setelah itu saya disuruh transfer lagi ke no. 081382942444 dan ke no. 081237298289. saya ikuti petunjuknya, dia meminta saya memijit trasfer di mesin ATM lalu memasukan nominal sebesar 1.908.213, saya ikuti terus dan hasilnya gagal karena kebetulan ATM saya isinya cuman Rp.250.000.

Setelah beres saya di telpon kemudian pelaku mengatakan "jangan pergunakan ATM anda dulu dan tunggu beberapa saat", sesampai di rumah saya browsing di internet tentang modus tersebut dan hasinya benar, bahwa saya telah ditipu.

Buat anda yang membaca, harap berhati-hari dengan penipuan dengan modus menjatuhkan dokumen dipinggir jalan. tapi yang saya sayangkan, kenapa harus menimpa pada orang yang ingin berbuat baik. ya mudah-mudahan pelaku bisa mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan apa yang sudah di lakukan nya. malam ini saya ada pertemuan Panitia buat merencanakan Tablig Akbar, ya mungkin sekalian mendoakan pelaku. he he he.

0 komentar:

Poskan Komentar